Selasa, 17 April 2012

Tugas Makalah Bahasa Indonesia


 

KATA PENGANTAR


Assalamu alaikum Wr.Wb
Piji syukur penulis panjatkan ke hadirat ALLAH SWT, karena dengan izin-NYAlah penulis dapat menyusun makalah dengan judul “SISTEM  INFORMASI AKUNTANSI”. Adapun tujuan penulis menyusun makalah ini  untuk memenuhi tugas akhir dari mata kuliah Bahasa Indonesia.
Rasa terimah kasih yang sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaiakan makalah ini. Terlebih untuk Pak Heraman Didipu yang telah membimbing penulis dalam hal menyusun judul yang bagus.
Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak  kekurangan yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritk dari semua pihak yang sifatnya membangun dari semua pihak. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Wassalamu alaikum Wr. Wb


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Informasi dari suatu perusahaan, terutama informasi keuangan dibutuhkan oleh berbagai macam pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak di luar perusahaan, seperti kreditur, calon investor, kantor pajak dan lain-lainnya memerlukan informasi ini dalam kaitannya dengan kepentingan mereka. Di samping itu, pihak intern yaitu manajemen juga memerlukan informasi keuangan untuk menegtahui, mengawasi dan mengambil keputusan-keputusan untuk menjalankan perusahaan.
Informasi juga merupakan sumber daya, sama seperti pabrik dan peralatan. Produktivitas, sebagai faktor yang penting untuk mempertahankan daya saing perusahaan, dapat ditingkatkan dengan sistem informasi yang lebih baik. Akuntansi merupakan teknik yang menggambarkan proses yang menghubungkan sumber data melalui komunikasi dengan para penerima informasi. [1]
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor, dan kreditur) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen).[2] Informasi tersebut dikomunikasikan kepada para pembuat keputusan.
Sistem informasi akuntansi juga sangat penting bagi dunia bisnis atau bagi setiap perusahaan. Karena dalam hal ini, sistem informasi akuntansi mempunyai posisis sebagai pemberi informasi akuntansi kepada pihak-pihka luar perusahaan. Agar mereka tahu apa yang terjadi dalam perusahaan selama periode tertentu.
1.2 Rumusan Masalah
Dari uaraian di atas maka permasalahan yang dikaji adalah sebagai berikut :

1.      Apa definisi dari sistem informasi akuntasi ?
2.      Mengapa akuntansi sebagai sistem informasi ?
3.      Bagaimana pengembangan sistem informasi akuntansi ?

1.3 Tujuan Masalah
 Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui definisi dari sistem informasi akuntansi.
2.      Dapat menegtahui akuntansi sebagai sistem informasi.
3.      Agar dapat mengetahui pengembangan sistem informasi akuntansi.



BAB II
PEMBAHASAN

1.1  Definisi Sistem Informasi Akuntansi
      Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan.[3]
Informasi adalah data yang diolah, yang sangat penting bagi manajemen dalam suatu pengambilan keputusan,      informasi mengarahkan dan memperlancar kegiatan usaha sehari-hari.[4]
Akuntansi adalah sebagai suatu sistem informasi, mengidentifikasikan, mengumpulkan, memproses dan mengomunikasikan informasi ekonomi mengenai suatu entitas ke berbagai kelompok orang.[5]
Sistem Informasi Akuntansi adalah merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi.[6]


1.2  Akuntansi Sebagai Sistem Informasi
Akuntansi dan sistem informasi sangat erat kaitannya. Adapun hubungan antara akuntansi dan sistem  telah  ditetapkan oleh America Accounting Association yaitu bahwa pada dasarnya akuntansi adalah sebuah sistem informasi. Tepatnya, akuntansi adalah penerapan dari teori umum informasi untuk masalah-masalah operasi ekonomi yang efisien.[7] Akuntansi juga merupakan bagian besar dari informasi umum yang dinyatakan dalam bentuk kuantitaif. Dalam konteks ini, akuntansi merupakan bagian dari system informasi umum suatu kesatuan operasional dan juga merupakan bagian dari bidang besar di bawah nama konsep infomasi.

Sistem informasi akuntansi merupakan system informasi formal. System ini mengandung semua karateristik yang meliputi tujuan ( kegunaan), tahap (proses), tugas, pengguna, dan sumber daya.

1.)                Tujuan (kegunaan)
Adapun tujuan utama dari system informasi akuntansi yaitu :
(a.)  Sistem akuntansi yang disusun harus dapat memberikan informasi yang sistematis dengan memenuhi prinsip cepat, artinya bahwa system akuntansi yang disusun harus mampu menyediakan data atau informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu, serta dapat memenuhi kebutuhan.
(b.) Sistem akuntaansi yang disusun harus memenuhi prinsip aman dan  mempunyai pengawasan intern yang baik, dengan demikian berarti bahwa system akuntansi tersebut  dapat ikut membantu menggambarkan harta yang dimilki oleh perusahaan.
(c.)  Sistem akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip efisiensi biaya, artinya bahwa jika system akuntansi tersebut baik, maka akan dapat menekan timbulnya biaya.

2.)    Tahap (proses)
Proses akuntansi terdapat dua bentuk yaitu : pemprosesan transaksi dan pemprosesan informasi.
Pemprosesan transaksi menyajikan informasi catatan prestasi dan informasi pengarah perhatian, sedangkan pemprosesan informasi diputuskan pada informasi untuk pengambilan keputusan :
(a.)  Pemprosesan transaksi
Transaksi adalah peristiwa ekonomi yang dapat diukur dalam satuan keuangan, yang mempengaruhi harta dan ekuitas perusahaan, dan yang tercermin dalam rekening dan ikhtisar keuangan perusahaan.
Transaksi ekstern terjadi akibat pertuukaran antara perusahaan dengan pihak-pihak luar. Transaksi intern terjadi akibat operasi intern perusahaan.
(b.) Pemprosesan informasi
Pemprosesan informai melibatkan penggunaan model pengambilan keputusan, seperti model-model akuntansi manajerial. Bebrapa dari masukan yang dibutuhkan diperoleh sebagai hasil samping pemprosesan transaksi. Tetapi, banyak dari masukan yang harus diproses dari sumber-sumber lain, baik intern maupun ekstern.


3.)    Tugas
Operasi dari system informasi akuntansi mempunyai tugas atau fungsi yaitu :
(a.)  Pengumpulan data
Dalam pengumpulan data ada beberapa langkah yang harus diperhatiakn yaitu
(1.) observasi lingkungan yang menimbulkan data, observasi ini biasanya dilakukan oleh manusia.
(2.)  penetapan data untuk kemudian menarik data tersebut ke dalam system, jika data tersebut bersifat kuantitatif, maka terhadap data tersebut biasanya dilakukan pemgukuran-pengukuran terlebih dahulu. Setelah itu, biasanya dilakukan pencatatan data ke dalam formulir-formulir, diabsahkan dan kemudian dijadikan sebagai dokumen sumber tertulis.

(b.) Pengelompokan data
Untuk menjamin keabsahan data serta kecermatan kerja, data perlu dikelompokan agar dapat ditempatkan pada kategori yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah data dikelompokan menurut kategorinya, maka data dapat dikirim atau dipindahkan dari tempat penyusunan data ke tempat pengolahan data.
Data yang telah disusun akan dikoelompokan oleh staf bagian pemasaran berdasarkan nama langganan, alamat langganan, jenis produk yang dipesan, jumlah produk.
(c.)  Pengolahan data
Untuk menjadi informasi yang telah digunakan, data yang telah diperoleh harus diolah terlebih dahulu. Di dalam pengolahan data, tidak menutup kemungkinan bahwa data-dataa tersebut dikelompokan kembali sehingga lebih rinci diikhtisarkan menurut  jenisnya dan kemungkinan pula data dipindahkan ke dokumen atau media yang lain. Bila data tersebut bersifat kuantitatif, biasanya dilakukan perhitungan-perhitungan dan perbandingan-perbandingan dengan data serta efek terhadap informasi yang pernah dilaporkan. Stelah melalui tahap pengabsahan data, selanjutnya data yang telah dianggap akurat disusun ke dalam satu atau lebih karakteristik informasi yang dapat disampaikan.



(d.) Manajemen data
Data-data yang lalu dan telah menghasilkan informasi akan tetap berguna untuk pengambilan keputusan di masa mendatang. Sehingga manajemen data mempunyai tugas di samping menyimpan data, pemutahiran data, juga mengambil data yang telah tersimpan.

Penyimpanan data dilakukan dengan cara memfile data dengan baik, penyimpanan data ada yang bersifat permanen atau sementara untuk menunggu proses berikutnya. Pemutahiran data yaitu, memperbaharui data-data yang telah ada sesuai dengan keadaan operasional yang terakhir, kejadian-kejadian serta kebijakan yang terbaru. Retrieve adalah suatu pekerjaan membongkar kembali data-data yang telah tersimpan untuk proses lebih lanjut.

(e.)  Output / informasi
Tuas terakhir dari system informasi akuntansi adalah bagaimana mengikhtisarkan data menjadi output atau informasi. Output dar data ini terdapat dalam 2 bentuk yatiu :

(1.)              Dokumen
Yang dimaksud dengan dokumen output disini adalah seprti faktur pembelian atau chek. Output yang berupa dokumen seperti ini dapat dikembalikan lagi kepada system informasi untuk dijadikan informasi bagi pihak extern.

(2.)             Laporan
Untuk mengkomunikasikan output kepada pemakainya, diperlukan suatu laporan dan dalam pembentukan suatau pelaporan masuh melalui beberapa tahap pelaporan yaitu meliputi penyiapan laporan dari data yang telah diproses, analisis dan interpretasi data yang ada, untuk kemudian laporan disampaikan secara fisis kepada para pemakai.



4.)    Pengguna informasi

pada hakekatnya kebutuhan Informasi terjadi 2 arah yaitu antara pihak intern dan pihak ekstern, dalam arti saling membutuhkan. Informasi dari organisasi perusahaan yang disampaikan kepada pihak ektern dilakukan oleh manajemen, namun merupakan hasil pengolahan dari sistem informasi akuntansi.
Hal ini dikatakan demikian karena tanggung jawab akhir atas kebenaran, ketelitian, kelayakan informasi yang dipublikasikan atau diberikan kepada pihak ekstern dilakukan oleh manajemen.

Pengguna intern terdiri dari para manajer dan karyawan perusahaan. Sedangkan pengguna ekstern meliputi pihak-pihak yang berkepentingan di luar perusahaan, seperti kreditor, pemasok, pelanggan, pemegang saham, badan-badan pemerintah, dan serikat pekerja.

(a.)  Adapun peran sistem informasi akuntansi bagi pengguna ekstern yaitu :
(1.)  Kreditur
Lembaga keuangan yang memberikan kredit kepada suatu perusahaan sangat berkepentingan untuk mengetahui kondisi perusahaan yang akan diberi kredit. Laporan keuangan adalah alat untuk penialain kondisi itu, karena dari laporan keuangan, lembaga keuangan tersebut dapat menganalisis rasio-rasio keuangan yang dapat dijadikan dasar sebagai penilaian terhadap kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pokok pinjaman dan bungan. Dalam hal ini laporan keuangan suatu perusahaan menjadi sangat penting, di samping para kreditur juga akan mencari informasi dari pihak-pihak lain yang dapat dipercayai.

Setelah kredit diberikan, baik pemberi pinjaman ataupun peminjam menghendaki informasi tentang posisi keuangan, hal tersebut menunjukan adanya saling membutuhkan informasi. Kebutuhan saling tukar informasi tersebutt terjadi dan dapat dipenuhi oleh system informasi akuntansi.


(2.) Pemasok
Suatu perusahaan industri  atau suatu perusahaan dagang yang menjual suatu produk  tertentu, melakukan pembelian bahan baku atau barang-barang  yang akan dijualnya kembali dari beberapa penjual.

Pada umunya pembelian seperti ini dilakukan secara kredit. Para penjual tersebut tidak akan langsung saja mengizinkan atau menjual barangnya, tentu saja dia akan mencari tahu terlebih dahulu mengenai :

(a.)  Tingkat kepercayaan yang ia bisa berikan kepada calon pembelinya.
(b.) Berapa besar kredit yang telah ia peroleh
(c.)  Berapa besar uang yang telah ia cadangkan untuk pengajuan kredit tersebut
(d.) Berapa besar kemampuan calon pembeli dalam pembayaran kembali.

(3.) Pelanggan
Para pelanggan sangat membutuhkan sekali informasi dari organisais perusahaan. Adapun informasi yang dibutuhkan antara lain adalah :

(a.)   harga suatu barang / produk
(b.) Potongan pembelian atau diskon
(c.)  Tempat pembelian barang / produk
(d.) Syarat pembelian barang / produk
(e.)   Cara pembelian barang / produk, apakah secara kredit atau tunai.
Informasi seperti itu dapat diperoleh dari iklan / advertensi atau katalog-katalog, daftar harga, atau dapat diperoleh langsung dari cabang organisasi perusahaan setempat.
Para langganan yang melakukan pembelian barang secara kredit, memerlukan informasi mengenai posisi utanngnya pada suatu saat dan apabila mereka akan melunasi sebelum saat jatuh tempo, keuntungan apa yang dapat diperoleh. Informasi seperti yang di atas dapat dipenuhi oleh sistem informasi akuntansi.

(4.) Pemegang Saham
            Pemegang saham suatu perusahaan sangat berkepentingan untuk mengetahui kondisi perusahaannya, yaitu untuk menilai hasil kerja manajemen yang telah ditunjuk dan dipercayainya, untuk kemudian mengevaluasi hasil kerja tersebut dan menggariskan perencanaan untuk masa-masa mendatang.

            Laporan keuangan yang diterbitkan oleh manajemen merupakan alat penilaian bagi pemegang saham, misalnya dalam setiap periode, dapat bermanfaat bagi pemegang saham untuk dengan cepat mengambil keputusan dan tidak menjadikan kondisi perusahaan yang buruk menjadi akut. Penyjian laporan-laporan tersebut merupakan tugas bagi sistem informasi akuntansi.


(5.) Badan Pemerintah
            Dilihat secara keseluruhuan, pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap pertumuhan ekonomi dan kesejahteraan warga negaranya. Berbagai peraturan dibuat untuk memantau segala sisi kehidupan di Negara ini, untuk itu pemerintah membutuhkan informasi. Lebih spesifik lagi, pemerintah melalui instansi-instansi yang terkait dengan organisasi perusahaan, dalam menunaikan tugas-tugasnya memerlukan informasi. Misalnya, departemen tenaga kerja di dalam Negeri ataupun yang berada di luar Negeri membutuhkan informasi. Perusahaan Umum Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) membutuhkan informasi dari perusahaan-perusahaan tentang jumlah tenaga kerjanya, besar gaji / upah yang diberikan oleh perusahaan, besarnya premi asuransi yang dibayar sendiri oleh buruh / karyawan dan besarnya premi yang dibayar oleh perusahaan.

            Bila perusahaan tersebut adalah Badan Usaha Milik  Negara, maka tidak hanya informasi tersebut di atas yang dibutuhkan bagi pemerintah, namun informasi mengenai operasional dari pada perusahaan samoai dengan bagaimana prospekuntuk masa-masa yang akan datang harus dilporkan kepada departemen-departemen yang telah ditunjuk oleh pihak pemerintah selaku pemegang saham.
Jika orgaanisasi perusahaan, baik itu perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara yang beroperasi secara internasional, pemerintah (Luar Nergeri) setempat menuntut suatau pelaporan dari organisasi-organisasi perusahaan tentang kegiatannya.

(6.) Serikat Pekerja
            Sebagai pelindung terhadap tenaga kerja, serikat pekerja membutuhkan informasi atas kesejahteraan dari organisasi perusahaan kepada tenag kerjanya, informasi-informasi tersebut biasanya mengenai informasi keuangan yang disiapkan oleh system informasi keuangan, seperti tingkat upah / gaji yang diterimakan kepada buruh dan pegawai, tunjangan-tunjangan yang diberikan oleh perusahaan selain upah / gaji, pembagian dari sebagian laba yang diperoleh, potongan-potongan atas upah / gaji seperti asuransi, pajak, tunjangan hari tua.informasi lain juga sering dibutuhkan oleh serikat pekerja dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak para pekerja, seperti penggunaan jam kerja (waktu kerja), pemberian istrahat, cuti serta produktivitas para pekerja, pengambilan diri para pekerja yaitu dalam kaitannya terhadap pembinaan tenaga kerja.

b.)    Peranan sistem informasi bagi pengguna intern yaitu :
            Sistem informasi akuntansi untuk kebutuhan intern dimaksudkan untuk menciptakan suatu prosedur-prosedur skematis yang dapat mengusahakan timbulnya biaya yang sekecil-kecilnya, akan tetapi output yang dihasilkan tetap memenuhi standar-standar yang telah dicanangkan. Informasi-informasi yang disajikan untuk kebutuhan intern bersifat rutin dan periodic dari bagian ke bagian lain untuk kemudian menghasilkan data yang matang untuk suatu pengambilan keputusan bagi manajemen. Bila melihat peranan sistem informasi akuntansi adalah sangat penting bagi pengambilan keputusan, menjadikan tantangan bagi penyusunan sistem informasi akuntansi untuk lebih memperbanyak pertimbangan-pertimbangan dalam penyusunan sistem, tanpa melupakan prinsip ekonomi.

Tantangan yang paling berat bagi penyusunan sistem informasi akuntansi adalah bahwa pada kenyataannya sulit dalam menilai, mengukur dan meramalkan data, atau kenyataan yang akan timbul dalam hubungannya terhadap manfaat dari laporan yang disiapkan itu sendiri yaitu hasil dari serangkaian prosedur dalam sistem informasi akuntansi.
            Tantangan –tantangan yang dimaksud dapat pula disebut dengan kendala, yaitu hambatan baik yang bersifat internal maupun eksternal. Kendala-kendala tersebut menjadikan konfigurasi suatu sistem mempunyai keterbatasan kemampuan.

5.)    Sumberdaya Sistem Informasi
            Sistem informasi membutuhkan sumberdaya untuk dapat berfungsi. Sumberdaya dapat diklasifikasikan sebagai data, bahan pendukung, peralatan, sumberdaya manusia, dan dana.

            Sistem informasi pada umunya diberi nama menurut sumberdaya yang digunakan. Suatu sistem informasi yang didominasi oleh sumberdaya manusia dinamai sistem informasi manual. Sistem informasi yang menekankan pada pengguna peralatan dinamai sistem informasi terotomosi. Jika suatu informasi melibatkan penggunaan computer dan perlengkapan-perlengkapannya, ia dinamakan sistem informasi dengan komputer.



2.3  Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi
            Seperti telah dikemukakan, bahwa sistem informasi berkembang mengikuti pertumbuhan organisasi perusahaan itu sendiri. Artinya bahwa suatu sistem informasi yang baru akan menggantikan sistem informasi yang selama ini digunakan dan sudah tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan informasi organisasi perusahaan saat ini.

Tuntutan pengembangan terhadap sistem informasi ini disebabkan karena setiap sistem informasi mempunyai siklus umur yang terbatas, ada dua faktor yang membuat sisstem informasi ini memiliki memiliki siklus umur yaitu:
(a.)  Pertumbuhan dari organisasi perusahaan
(b.) Perubahan teknologi dari pengolahan informasi.
            Karena sistem informasi memiliki siklus kehidupan yang tertentu, maka pengembangan sistem informasi merupakan suatu pekerjaan yang “siklikal”. Siklus pengembangan system informasi itu sendiri terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
1.)    Perencanaan Sistem
Perencanaan sistem dimulai dari kenyataan bahwa organisasi perusahaan berkembang, sehingga menimbulkan kendala-kendala bagi sistem informasi yang ada. Hal itu menyebabkan sistem informasi yang telah ada tidak memadai lagi untuk operasional saat ini. Survei-survei dan analisis dibuat untuk mengetahui masalah-masalah yang ditimbulkan oleh sistem yang ada tersebut. Analisis sistem mensurvei dan menganalisis sistem informasi yang sedang digunakan untuk menentukan jenis iinformasi yang sebetulnya dibutuhkan dan sesuai dengan kondisi perusahaan saat ini. Analisis yang lain yaitu sehubunan dengan teknologi yang diterapkan, bila dalam sistem informasi yang lama yaitu sistem informasi yang sedang dugunakan saat ini merupakan sistem informasi manual, maka dalam membuat proposal sistem informasi yang baru dapat dipertimbangkan masuknya teknologi di dalam sistem informasi yang baru tersebut.

      Pengkajian dan penyusunan sistem akan mencakup  analisis terhadap manfaat dari pada biaya yang akan dikeluarkan sehubungan dengan perubahan sistem informasi. Jika teknologi dimasukkan dalam sistem yang baru juga akan dievaluasi usulan dari pabrik pembuat alat pemproses, agar bisa memilih jenis peralatan yang sesuai, penyiapan service pemeliharaan, penyediaan biaya pembelian.


Prosedur-prosedur dalam sistem juga harus disusun kembali supaya efisien serta keandalan data dapat terjamin. Pada sistem EDP (Electronik Data processing), prosedur-prosedur harus diprogramkan “layout” pencatatan serta format pelaporan didesain sesuai dengan kebutuhan.

      Aspek lain yang tidak dapat dihindari oleh adanya perubahan sistem secara besar-besaran adalah aspek kepegawaian. Hampir setiap adanya perubahan sistem informasi, akan melibatkan berbagai masalah kepegawaian, seperti mutasi pegawai, penerimaan pegawai baru, dan latihan pegawai, yang ini semua juga menimbulkan biaya.

2.)                Implementasi Sistem
      Setelah pola sistem yang baru selesai dikerjakan, bila perubahan itu secara besar-besaran, sebaiknya dibuat  jadwal dari berbagai langkah-langkah sebagai pelengkap untuk rancangan yang baru. Pembuatan jadwal ini dimaksudkan agar implementasi berjalan secara berurutan sarta terkoordinasi dengan baik.

      Dalam implementasi ini, prosedur pengolahan data harus diuji pengistalasian peralatan yang baru akan dilakukan, setelah peralatan baru dipasang,  maka kemudian dicoba dan diuji. Langkah-langkah lain yang harus dilakukan adalah memberikan karyawan baru, serta mutasi pegawai perlu bila diperlukan. Standar pengendalian sebagai alat pengawasan harus sudah siap diciptakan.

      Bila sistem informasi telah untuk dioperasikan, implementasi berikutnya adalah dijalankannya kedua sistem, baik yang lama serta yang baru secara bersama-sama, karena dari praktek-praktek tersebut dapat dinilai bahwa di dalam sistem informasi yang baru tersebut masih terdapat kekurangan. Dan sistem baru ini akan menjadi sempurna bila kekurangan tersebut dapat diperbaiki. Sebaimana mestinya, langkah paling akhir dari setiap tahap implementasi ini adalah penggantian sistem informasi lama dengan sistem informasi baru yang telah disusun secara optimal itu.





BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
        Sistem informasi akuntansi merupakan sekumpulan  sumber daya yang dirancang untuk mentranformasi data menjadi informasi. Informasi ini dikomunikasikan ke berbagai pengambil keputusan.
        Akuntansi dikatakan sebagai sistem informasi karena akuntansi menjadi alat bagi manajemen untuk memberikan informasi tentang segala kejadian di perusahaan selama periode tertentu. Dengan akuntansi ini pihak manajemen memepertanggung jawabkan segala tugas dan kewajiban yang diberikan oleh pemilik perusahaan kepadanya. Dan pihhak-pihak diluar perusahaan seperti pemerintah  melalui jawatan pajak, bank, kreditur dan lainnya sering melakukan informasi tentang hasil usaha perusahaan, yang mana hal itu juga diberikan oleh akuntansi.
        Karakteristik pengembangan sistem informasi akuntansi biasanya terdiri dari perencanaan sistem dam implementasi sistem. Perencanaan sistem melibatkan penyusunan solusi dan evaluasi solusi untuk menyelesaikan masalah sistem. Sedangkan implementasi sistem mencakup pengujian solusi sebelum implementasi, dokumentasi, serta evaluasi sistem pada saat sistem tersebut mulai dioperasikan untuk memastikan bahwa sistem berfungsi sesuai dengan yang telah direncanakan.

3.2 Saran
        Saran yang penulis bisa berikan dalam penyusunan makalah ini adalah bahwa akuntansi dan sistem informasi itu tidak dapat dipisahkan. Maka dari itu setiap perusahaan atau akuntan dapat bertindak secar professional. Dalam hal ini akuntan dapat menjalankan aktivitas pengenbangan sisten informasi akuntansi baik untuk perusahaannya sendiri atau perusahaan orang lain, karerna mereka memiliki posisi sebagai konsultan atau dengan kata lain mereka sebagai pemberi informasi akuntansi.

DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki.2000. sistem Akuntansi. Edisi 5. Yogyakarta : BPFE.
Bodnar, H. George dan Hopwood S. William. 2006. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi 9. Yogyakarta : Andi.
Nurchamid, Tafsir dan Pujiastuti, Sri. 1988. Sistem Informasi Akuntansi 1. Jakarta : Karunika.
Sutabri, Tata. 2004. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta : Andi.
Wilkinson, W. Joseph. 2003. Sistem Akuntansi & Informasi. Edisi Ketiga. Yogyakarta : Andi.
Wahyono, Teguh. 2004. Sistem Informasi Akuntansi : Analisis, Desain & Pemograman Komputer. Yogyakarta : Andi






[1]  Tata Sutabri, S. Kom., MM, Sistem Informasi Akuntansi, ( Yogyakarta : Andi, 2004),  hlm. 3.
[2]  Steven A. Moscove, Mark G. Sinkin, Accounting Information Systems, (John Wiley & Sons : inc, 1981),  hlm. 4.
[3]  Drs. Tafsir Nurchamid, AK dan Sri Pujiastuti, S. E, Sistem Akuntansi I,  (Jakarta : Karunika, 1988), hlm. 5.
[4]  Ibid. hlm. 4
[5]  George H. Bodnar dan William S. Hopwood, Sistem Informasi Akuntansi Edisi 9,( Yogyakarta : Andi, 2006),  hlm. 3.
[6]  Ibid.
[7]  Komite persiapan Rumusan Teori akuntansi Dasar, Statement Of  Basic Accounting Theory. (Evanston : III, 1966), hlm.  64.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar